//

Monday, July 4, 2011

Menghitung Luas dan Volume Maksimum pada bidang tertentu (Differensial)

Pada saat latihan kalkulus, ada soal sebagai berikut :

Seseorang menerima hadiah sebidang tanah. Ia bebas memilih ukuran panjang dan lebar tahan tersebut asalkan kelilingnyya tidak melebihi 100 meter. Hitunglah panjang dan lebar agar ia mendapat luas maksimal.

Jawab :
Kita misalkan panjang = x, maka :
k = 2p +2l
100 = 2x + 2l
2l = 100-2x
l = 50-xRumus Luas = p * l
= x (50-x)
= 50x - x2

y = 50x - x2 ; Untuk mencari titik ekstrim y' = 0
y' = 50 - 2x = 0
- 2x = - 50
x = -50/-2 = 25

Jadi agar mencapai luas maksimum, panjangnya = x = 25 meter;
sedangkan lebarnya = 50 - x = 50 - 25 = 25 meter

Mudah bukan ?

Rasanya tidak akan ada masalah dengan soal seperti ini :). Tapi saat ujian soalnya sedikit berbeda, walaupun masih merupakan pengembangan dari contoh soal di atas.

Begini soalnya :
Hayoo silahkan dicoba mengerjakan soal di atas.

Begini jawabannya :
Diketahui. tinggi = x
maka yang akan menjadi sisi-sisi alasnya = 120 - 2x

Volume = Luas alas * tinggi
= (120 - 2x)2 * x
= (14400 - 480x + 4x2) x
= 4x3 - 480x2 + 14400x

y = 4x3 - 480x2 + 14400x
y' = 12x2 -960x + 14400

Untuk mencari titik ekstrim, y'=0
12x2 - 960x + 14400 = 0
agar lebih mudah kita bisa :12 (baca: bagi 12), shg :
x2 - 80x + 1200 = 0
(x - 60) (x - 20) = 0
x - 60 = 0 atau x - 20 = 0
x = 60 atau x = 20

Untuk x=60 -> Volume = y = 4(60)3 - 480(60)2 + 14400 (60)
= 864000 - 1728000 + 864000
= 0
Titik balik minimum (60,0)

Untuk x=20 -> Volume = y = 4(20)3 - 480(20)2 + 14400 (20)
= 32000 - 192000 + 288000
= 128000
Titik balik maksimum (20,128000)

Jadi agar memperoleh volume maksimum sebesar 128000 cm3, nilai x = 20 cm

Selesai......

Sumber inspirasi :

http://www.ehow.com/how_4527115_sheet-of-type-of-material.html
http://www.cut-the-knot.org/Curriculum/Calculus/BoxVolume.shtml






READ MORE - Menghitung Luas dan Volume Maksimum pada bidang tertentu (Differensial)

Wednesday, June 22, 2011

Fix Numlock Problem in Ubuntu After Upgrade

Sebenernya sudah lama banget,

Dan gak masalah banget juga...

Setelah upgrade, kok yah tombol numlock kalau dipencet, nggak muncul angkanya. Tapi karena malas dan terasa ga terlalu masalah (masih bisa pakai tombol nomor yang ada di bawah tombol fungsi). Jadi ya,,, ga pernah nyari tau deh.

Tapi ternyata hal itu disebabkan karena setelah upgrade versi, tombol numlock ditujukan buat mengarahkan pointer. Untuk mengubahnya kembali, supaya tombol numlock berfungsi untuk input nomor. Kita tinggal edit aja di System > Preference > Keyboard

Trus Uncheck "Pointer Can Be Controlled Using the keypad" seperti gambar di bawah ini :

READ MORE - Fix Numlock Problem in Ubuntu After Upgrade

Monday, June 28, 2010

How To Make jTextField Numeric Only and have Maxlength in Java Netbeans

Wuahahahha,,,,

Dari siang ampe sore2 gini penasaran ngutak atik numericonly dan mengatur maxlength di jTextFeld. Ya Tuhannn,,, betapa mudahnya klo pake VB. Tapi ini,,,, wuuuhhhh.... secara newbie dan ini juga cuma buat keperluan tugas kampus.

Setelah browsing hingga 'hampir' kehilangan harapan kyk lagu Sheila On 7. Akhirnya tadaaa....bisa juga. Dibawah ini, saya ingin membuat jTextField dengan nama txtnip menjadi numeric only dan mengatur maxlengthnya jadi 6.

Pertama, kita klik kanan pada txtnip kemudian pilih events > Key > KeyTyped


Keduax... Tinggal tambah line berikut ini aja....


Udahh deyhhh... cuma itu aja ternyata..

Sumber Inspirasi : http://www.codemiles.com/java/only-numeric-input-in-jtextfield-t1259.html
READ MORE - How To Make jTextField Numeric Only and have Maxlength in Java Netbeans

Monday, February 22, 2010

How To Install NFS Server And Mounting on Client

Hyaatttt... Kemalasan memang musuh yang paling berbahaya. huuhhh, ehmm kita akan mencoba NFS (Network File System). NFS ini adalah aplikasi kumpulan berkas distribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems. NFS didesain untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas/file pada jaringan yang beda OS dan Platform. NFS diimplementasikan sebagai sebuah sistem client-server, jadi ada yang berfungsi sebagai NFS server dan NFS client. NFS server akan menggunakan protokol NFS ini untuk mengekspor file yang dimilikinya kepada client agar dapat dibaca oleh client, sehingga seolah-olah remote itu merupakan file yang dimiliki client secara lokal. Ga jauh beda sama SMB di windows c, untuk lengkapnya baca di sini.

Baiklah, sekarang kita akan install NFS server di Ubuntu 9.10. IP address server 10.8.8.175 dan allow untuk network 10.8.8.0/24 dan IP 202.47.75.253 :

1. Install portmap (untuk mengatur permission IP) dan NFS server

sudo apt-get install portmap nfs-kernel-server

2. Block semua koneksi NFS dll di /etc/hosts.deny

sudo vim /etc/hosts.deny
portmap mountd nfsd statd lockd rquotad : ALL

3. Allow IP dan Network address yang dibolehkan membuka aplikasi NFS dll.

sudo vim /etc/hosts.allow
portmap mountd nfsd statd lockd rquotad : 10.8.8.0/24, 202.47.75.253

4. Share folder yang diinginkan, disini saya akan men-share folder /movie. parameter rw agar bisa read/write di folder yang dishare, sync dibutuhkan untuk flush/refresh isi folder, subtree_check maksudnya setiap kali ada permintaan NFS, server harus mengecek bukan hanya file/folder yang diakses, tetapi juga file-file dan subfolder dibawahnya, disini kita nonaktifkan.

sudo vim /etc/exports
/movie 10.8.8.0/24 (rw,sync,no_subtree_check) 202.47.75.253 (rw,sync,no_subtree_check)

Setiap selesai mengedit file /etc/exports, jalankan command :

sudo exportfs -ra

5. Restart Service

sudo /etc/init.d/portmap restart

sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart


Selanjutnya kita install NFS client di workstation :

1. Install NFS client

sudo apt-get install portmap nfs-common

2. Edit file /etc/hosts.deny dan /etc/hosts.allow (optional)

sudo vim /etc/hosts.deny
portmap : ALL
sudo vim /etc/hosts.allow
portmap : NFS server IP address

3. Mounting NFS, folder /movie di server akan dimount ke folder /home/tec06/movie

Formatnya :

sudo mount serverIP:/folder/yang/dishared/ /home/username/folder/di/lokal/

contohnya :

sudo mount 10.8.8.175:/movie /home/tec06/movie


Nah, supaya mounting NFS di atas dilakukan setiap startup, kita bisa edit file /etc/fstab. rw seperti biasa berarti di-allow read/write. hard mount, jadi misalnya server NFS nya unvailable, program akan menunggu sampai tersedia/available, lawannya soft. intr maksudnya kita bisa interupt/kill process mounting ini.

vim /etc/fstab
10.8.8.175:/movie /home/tec06/movie nfs rw,hard,intr

Selesai,,, sekarang NFS sudah bisa berjalan. Nantikan seri berikutnya :D
READ MORE - How To Install NFS Server And Mounting on Client

Monday, October 26, 2009

Reset Root Password Debian Lenny

Baru juga nih PC diinstall, beberapa hari gak ditengok udah lupa password root-nya. Tapi,,, Jangan sediihhh... Ternyata untuk reset password debian guampil loh...

Saat proses booting berlangsung, tekan Esc. Maka akan muncul tempilan berikut.












Pilih bagian kernel, lalu tekan 'e' untuk melakukan editing terhadap proses booting OS. Tambahkan 'rw init=/bin/bash' pada akhir baris lalu tekan ENTER.






Selesai menambahkan line tersebut, tekan 'b' untuk melakukan booting menggunakan baris ini.













Dan... wow, kita bisa masuk ke system tanpa password. Sekarang saat nya kita edit password dengan mengetik 'passwd' lalu isi password barunya. Terakhir kita reboot deyh nih PC, skrg kita sudah bisa login dengan password yang baru...






Melihat betapa mudahnya melakukan reset root password ini, maka sebaiknya batasi akses orang lain secara fisik ke PC anda. Anda bisa membuang PC ini ke tengah gunung krakatau, kutub utara atau segitiga bermuda agar passwordnya tidak bisa di reset. WkwkwkwkwkwK...

Salam SerSan (seRiuS nan SantAi)........:)
READ MORE - Reset Root Password Debian Lenny

Tuesday, October 20, 2009

Menggunakan Public Key untuk Login ke Server via SSH (Debian Lenny)

HUfh, baru selesai install server virtual. Aplikasi yang gak dipake udah di disable dengan sysv-rc-conf. Sekarang ingin install openssh-server nih, tapi gak mau yang pake login biasa, alasan pertama karena pegel harus ngetik password terus :p, selain itu supaya yang tidak berkepentingan nggak bisa login, walaupun tau passwd yang gw gunakan.

Langkah awal yang kita lakukan adalah mengecek konfigurasi sshd di servernya dulu (/etc/ssh/sshd_config), agar bisa login dengan PubKey (By default sih udah bisa/aktif)

RSAAuthentication yes
PubkeyAuthentication yes
AuthorizedKeysFile %h/.ssh/authorized_keys

Nah, saatnya kita buat gembok (public Key) dan Kuncinya (Private Key). Lakukan ini di PC user.

ts@ts04-desktop:~$ ssh-keygen -t rsa
Generating public/private rsa key pair.
Enter file in which to save the key (/home/ts/.ssh/id_rsa):
Enter passphrase (empty for no passphrase):
Enter same passphrase again:
Your identification has been saved in /home/ts/.ssh/id_rsa. > Private Key
Your public key has been saved in /home/ts/.ssh/id_rsa.pub. > Public Key
The key fingerprint is:
68:a0:13:8d:f4:f4:22:4d:c0:b5:c7:99:82:67:c0:2c ts@ts04-desktop
The key's randomart image is:
+--[ RSA 2048]----+
| ++o+ |
|E.+X + o |
| .= @ * |
| * = . |
| o o S |
| . . |
| |
| |
| |
+-----------------+

Copy public key yang telah mateng ke server.
ts@ts04-desktop:~$ scp /home/ts/.ssh/id_rsa.pub rahman@202.47.75.253:/home/rahman

Wookeh, selanjutnya kita masuk ke servernya.
rahman@debDev:~$ ls /home/rahman
id_rsa.pub
rahman@debDev:~$ mkdir .ssh/
rahman@debDev:~$ cat id_rsa.pub >> .ssh/authorized_keys

Silahkan dicuba (Kripiiikk kalee.... :D
ts@ts04-desktop:~$ ls .ssh/
id_rsa id_rsa.pub known_hosts
ts@ts04-desktop:~$ ssh rahman@202.47.75.253
Linux debDev 2.6.26-2-686 #1 SMP Wed Aug 19 06:06:52 UTC 2009 i686

The programs included with the Debian GNU/Linux system are free software;
the exact distribution terms for each program are described in the
individual files in /usr/share/doc/*/copyright.

Debian GNU/Linux comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY, to the extent
permitted by applicable law.
Last login: Tue Oct 20 18:11:17 2009 from 202.47.74.253

Now, udeh bisa login tanpa harus memasukkan password. file id_rsa sebagai Private Key-nya harus disimpan sepenuh jiwa dan raga walau harus korbankan nyawa (Lebayyyy...

Kalau tujuannya adl untuk menghindari ngetik password, sampai sini selesai.
Tapi karena kita ingin agar metode login ssh pakai password juga ditutup, sehingga hanya ada satu cara untuk remote ke server ini, yaitu melalui Private key yang kita punya. Kita perlu mengedit line config sshd di server.

debDev:/home/rahman# vim /etc/ssh/sshd_config
Before
# Change to no to disable tunnelled clear text passwords
PasswordAuthentication yes
After
# Change to no to disable tunnelled clear text passwords
PasswordAuthentication no
debDev:/home/rahman# /etc/init.d/ssh reload

Sekarang, Mape mouddar juga kagak bisa login, meski tau passwd yang sebenarnya apa. Jangan Lupa pesannya yah, jaga kuncinya kecuali anda ingin mendobrak rumah anda sendiri.

NyuupZ, Selesai
READ MORE - Menggunakan Public Key untuk Login ke Server via SSH (Debian Lenny)

Thursday, October 15, 2009

Repository / Source Lists Lokal Debian 5.0 Lenny

Universitas Indonesia (Kambing)

deb http://kambing.ui.edu/debian lenny main non-free contrib
deb http://kambing.ui.edu/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://kambing.ui.edu/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://kambing.ui.edu/debian lenny-proposed-updates main non-free contrib

PENS ITS – Surabaya

deb http://kebo.vlsm.org/debian lenny main non-free contrib
deb http://kebo.vlsm.org/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://kebo.vlsm.org/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://kebo.vlsm.org/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Surabaya

deb http://mirror.its.ac.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Universitas Jember

deb http://mirror.unej.ac.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://mirror.unej.ac.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

UGM

deb http://repo.ugm.ac.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://repo.ugm.ac.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://repo.ugm.ac.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://repo.ugm.ac.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Indika

deb http://debian.indika.net.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://debian.indika.net.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://debian.indika.net.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://debian.indika.net.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

KLAS

deb http://buaya.klas.or.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://buaya.klas.or.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://buaya.klas.or.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://buaya.klas.or.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Oregon State University

deb ftp://ftp.us.debian.org/debian lenny main non-free contrib
deb ftp://ftp.us.debian.org/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb ftp://ftp.us.debian.org/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb ftp://ftp.us.debian.org/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

READ MORE - Repository / Source Lists Lokal Debian 5.0 Lenny

Tuesday, October 13, 2009

Configure OSPF Non-Broadcast Multi Access over Frame Relay

Melanjutkan coba-coba konfigurasi OSPF di GNS3, skrg saya coba set OSPF di Network NBMA melalui Frame Relay.















_________________________________________________________________________________________________________________________

Basic Configuration _________________________________________________________________________________________________________________________

RA :
!
interface Loopback0
ip address 1.1.1.1 255.255.255.252
!
interface Serial0/0
ip address 172.16.1.1 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
frame-relay map ip 172.16.1.3 102 broadcast
frame-relay map ip 172.16.1.2 101 broadcast
no frame-relay inverse-arp
!


RB :
!
interface Loopback0
ip address 2.2.2.1 255.255.255.252
!
interface Serial0/0
ip address 172.16.1.2 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
frame-relay map ip 172.16.1.3 202 broadcast
frame-relay map ip 172.16.1.1 202
no frame-relay inverse-arp
!
RC :
!
interface Loopback0
ip address 3.3.3.1 255.255.255.252
!
interface Serial0/0
ip address 172.16.1.3 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
frame-relay map ip 172.16.1.1 203 broadcast
frame-relay map ip 172.16.1.2 203
no frame-relay inverse-arp
!
________________________________________________________________________________________

OSPF over Frame Relay - Non-Broadcast Network ________________________________________________________________________________________

RA :
!
interface Serial0/0
ip address 172.16.1.1 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
ip ospf network non-broadcast
frame-relay map ip 172.16.1.3 102 broadcast
frame-relay map ip 172.16.1.2 101 broadcast
no frame-relay inverse-arp
!
router ospf 1
log-adjacency-changes
network 1.1.1.0 0.0.0.3 area 0
network 172.16.1.0 0.0.0.255 area 0
neighbor 172.16.1.2
neighbor 172.16.1.3
!
RB :
!
interface Serial0/0
ip address 172.16.1.2 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
ip ospf network non-broadcast
ip ospf priority 0
frame-relay map ip 172.16.1.3 202 broadcast
frame-relay map ip 172.16.1.1 202 broadcast
no frame-relay inverse-arp
!
router ospf 2
log-adjacency-changes
network 2.2.2.0 0.0.0.3 area 100
network 172.16.1.0 0.0.0.255 area 0
neighbor 172.16.1.1
!
RC :
!
interface Serial0/0
ip address 172.16.1.3 255.255.255.0
encapsulation frame-relay
ip ospf network non-broadcast
ip ospf priority 0
frame-relay map ip 172.16.1.1 203 broadcast
frame-relay map ip 172.16.1.2 203 broadcast
no frame-relay inverse-arp
!
router ospf 3
log-adjacency-changes
network 3.3.3.0 0.0.0.3 area 200
network 172.16.1.0 0.0.0.255 area 0
neighbor 172.16.1.1
!
* Merah : mengkonfigure tipe network di port tsb.
** Hijau : agar terbentuk network full mesh nbma. tanpa command ini, R2 tidak bisa ping ke R3 dan sebaliknya, meskipun ada di route table masing2 (dapet dari R1).
*** Biru : Pada network non-broadcast, tidak ada trafik multicast yang lewat sehingga tidak ada paket HELLO untuk membentuk hubungan adjencies / tetanggaan. Jadi kita perlu untuk menentukan secara manual neighbor routernya.
_____________________________________________________________________________________________________________

Verifikasi routing dan koneksi antar Router _____________________________________________________________________________________________________________

A#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

1.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 1.1.1.0 is directly connected, Loopback0
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O IA 2.2.2.1 [110/65] via 172.16.1.2, 00:00:57, Serial0/0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O IA 3.3.3.1 [110/65] via 172.16.1.3, 00:00:57, Serial0/0
172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Serial0/0

A#sh ip ospf neighbor

Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
3.3.3.1 0 FULL/DROTHER 00:01:41 172.16.1.3 Serial0/0
2.2.2.1 0 FULL/DROTHER 00:01:51 172.16.1.2 Serial0/0

A#sh ip ospf interface
Serial0/0 is up, line protocol is up
Internet Address 172.16.1.1/24, Area 0
Process ID 1, Router ID 1.1.1.1, Network Type NON_BROADCAST, Cost: 64
Transmit Delay is 1 sec, State DR, Priority 1
Designated Router (ID) 1.1.1.1, Interface address 172.16.1.1
No backup designated router on this network
Timer intervals configured, Hello 30, Dead 120, Wait 120, Retransmit 5
oob-resync timeout 120
Hello due in 00:00:03
Index 2/2, flood queue length 0
Next 0x0(0)/0x0(0)
Last flood scan length is 1, maximum is 1
Last flood scan time is 4 msec, maximum is 4 msec
Neighbor Count is 2, Adjacent neighbor count is 2
Adjacent with neighbor 3.3.3.1
Adjacent with neighbor 2.2.2.1
Suppress hello for 0 neighbor(s)
Loopback0 is up, line protocol is up
Internet Address 1.1.1.1/30, Area 0
Process ID 1, Router ID 1.1.1.1, Network Type LOOPBACK, Cost: 1
Loopback interface is treated as a stub Host

A#sh ip ospf
Routing Process "ospf 1" with ID 1.1.1.1
Supports only single TOS(TOS0) routes
Supports opaque LSA
Supports Link-local Signaling (LLS)
Initial SPF schedule delay 5000 msecs
Minimum hold time between two consecutive SPFs 10000 msecs
Maximum wait time between two consecutive SPFs 10000 msecs
Minimum LSA interval 5 secs. Minimum LSA arrival 1 secs
LSA group pacing timer 240 secs
Interface flood pacing timer 33 msecs
Retransmission pacing timer 66 msecs
Number of external LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of opaque AS LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless external and opaque AS LSA 0
Number of DoNotAge external and opaque AS LSA 0
Number of areas in this router is 1. 1 normal 0 stub 0 nssa
External flood list length 0
Area BACKBONE(0)
Number of interfaces in this area is 2 (1 loopback)
Area has no authentication
SPF algorithm last executed 00:01:12.052 ago
SPF algorithm executed 10 times
Area ranges are
Number of LSA 6. Checksum Sum 0x030FB7
Number of opaque link LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless LSA 0
Number of indication LSA 0
Number of DoNotAge LSA 0
Flood list length 0

A#ping 2.2.2.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/16/36 ms
A#ping 3.3.3.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/20/44 ms

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

B#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 1.1.1.1 [110/65] via 172.16.1.1, 00:01:44, Serial0/0
2.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 2.2.2.0 is directly connected, Loopback0
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O IA 3.3.3.1 [110/65] via 172.16.1.3, 00:01:44, Serial0/0
172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Serial0/0

B#sh ip ospf neighbor

Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
1.1.1.1 1 FULL/DR 00:01:51 172.16.1.1 Serial0/0

B#sh ip ospf interface
Serial0/0 is up, line protocol is up
Internet Address 172.16.1.2/24, Area 0
Process ID 1, Router ID 2.2.2.1, Network Type NON_BROADCAST, Cost: 64
Transmit Delay is 1 sec, State DROTHER, Priority 0
Designated Router (ID) 1.1.1.1, Interface address 172.16.1.1
No backup designated router on this network
Timer intervals configured, Hello 30, Dead 120, Wait 120, Retransmit 5
oob-resync timeout 120
Hello due in 00:00:28
Index 1/2, flood queue length 0
Next 0x0(0)/0x0(0)
Last flood scan length is 1, maximum is 1
Last flood scan time is 0 msec, maximum is 0 msec
Neighbor Count is 1, Adjacent neighbor count is 1
Adjacent with neighbor 1.1.1.1 (Designated Router)
Suppress hello for 0 neighbor(s)
Loopback0 is up, line protocol is up
Internet Address 2.2.2.1/30, Area 100
Process ID 1, Router ID 2.2.2.1, Network Type LOOPBACK, Cost: 1
Loopback interface is treated as a stub Host

B#sh ip ospf
Routing Process "ospf 1" with ID 2.2.2.1
Supports only single TOS(TOS0) routes
Supports opaque LSA
Supports Link-local Signaling (LLS)
It is an area border router
Initial SPF schedule delay 5000 msecs
Minimum hold time between two consecutive SPFs 10000 msecs
Maximum wait time between two consecutive SPFs 10000 msecs
Minimum LSA interval 5 secs. Minimum LSA arrival 1 secs
LSA group pacing timer 240 secs
Interface flood pacing timer 33 msecs
Retransmission pacing timer 66 msecs
Number of external LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of opaque AS LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless external and opaque AS LSA 0
Number of DoNotAge external and opaque AS LSA 0
Number of areas in this router is 2. 2 normal 0 stub 0 nssa
External flood list length 0
Area BACKBONE(0)
Number of interfaces in this area is 1
Area has no authentication
SPF algorithm last executed 00:02:08.768 ago
SPF algorithm executed 8 times
Area ranges are
Number of LSA 6. Checksum Sum 0x030FB7
Number of opaque link LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless LSA 0
Number of indication LSA 0
Number of DoNotAge LSA 0
Flood list length 0
Area 100
Number of interfaces in this area is 1 (1 loopback)
Area has no authentication
SPF algorithm last executed 00:04:38.164 ago
SPF algorithm executed 5 times
Area ranges are
Number of LSA 4. Checksum Sum 0x020921
Number of opaque link LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless LSA 0
Number of indication LSA 0
Number of DoNotAge LSA 0
Flood list length 0

B#ping 1.1.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/6/12 ms
B#ping 3.3.3.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 44/68/84 ms
B#

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

C#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2
i - IS-IS, su - IS-IS summary, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2
ia - IS-IS inter area, * - candidate default, U - per-user static route
o - ODR, P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O 1.1.1.1 [110/65] via 172.16.1.1, 00:00:14, Serial0/0
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
O IA 2.2.2.1 [110/65] via 172.16.1.2, 00:00:14, Serial0/0
3.0.0.0/30 is subnetted, 1 subnets
C 3.3.3.0 is directly connected, Loopback0
172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Serial0/0

C#sh ip ospf neighbor

Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
1.1.1.1 1 FULL/DR 00:01:53 172.16.1.1 Serial0/0

C#sh ip ospf interface
Serial0/0 is up, line protocol is up
Internet Address 172.16.1.3/24, Area 0
Process ID 3, Router ID 3.3.3.1, Network Type NON_BROADCAST, Cost: 64
Transmit Delay is 1 sec, State DROTHER, Priority 0
Designated Router (ID) 1.1.1.1, Interface address 172.16.1.1
No backup designated router on this network
Timer intervals configured, Hello 30, Dead 120, Wait 120, Retransmit 5
oob-resync timeout 120
Hello due in 00:00:29
Index 1/2, flood queue length 0
Next 0x0(0)/0x0(0)
Last flood scan length is 1, maximum is 1
Last flood scan time is 0 msec, maximum is 0 msec
Neighbor Count is 1, Adjacent neighbor count is 1
Adjacent with neighbor 1.1.1.1 (Designated Router)
Suppress hello for 0 neighbor(s)
Loopback0 is up, line protocol is up
Internet Address 3.3.3.1/30, Area 200
Process ID 3, Router ID 3.3.3.1, Network Type LOOPBACK, Cost: 1
Loopback interface is treated as a stub Host

C#sh ip ospf
Routing Process "ospf 3" with ID 3.3.3.1
Supports only single TOS(TOS0) routes
Supports opaque LSA
Supports Link-local Signaling (LLS)
It is an area border router
Initial SPF schedule delay 5000 msecs
Minimum hold time between two consecutive SPFs 10000 msecs
Maximum wait time between two consecutive SPFs 10000 msecs
Minimum LSA interval 5 secs. Minimum LSA arrival 1 secs
LSA group pacing timer 240 secs
Interface flood pacing timer 33 msecs
Retransmission pacing timer 66 msecs
Number of external LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of opaque AS LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless external and opaque AS LSA 0
Number of DoNotAge external and opaque AS LSA 0
Number of areas in this router is 2. 2 normal 0 stub 0 nssa
External flood list length 0
Area BACKBONE(0)
Number of interfaces in this area is 1
Area has no authentication
SPF algorithm last executed 00:00:43.380 ago
SPF algorithm executed 11 times
Area ranges are
Number of LSA 6. Checksum Sum 0x0309BA
Number of opaque link LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless LSA 0
Number of indication LSA 0
Number of DoNotAge LSA 0
Flood list length 0
Area 200
Number of interfaces in this area is 1 (1 loopback)
Area has no authentication
SPF algorithm last executed 00:08:14.792 ago
SPF algorithm executed 5 times
Area ranges are
Number of LSA 4. Checksum Sum 0x01BB5E
Number of opaque link LSA 0. Checksum Sum 0x000000
Number of DCbitless LSA 0
Number of indication LSA 0
Number of DoNotAge LSA 0
Flood list length 0

C#ping 1.1.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/2/4 ms
C#ping 3.3.3.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/2/4 ms
C#
READ MORE - Configure OSPF Non-Broadcast Multi Access over Frame Relay

Thursday, October 8, 2009

Ketua MPR-ku, Seorang Politisi Pembolos

Taufik Kiemas dari Fraksi PDIP akhirnya terpilih sebagai pimpinan MPR RI 2009-2014 pada 3 Oktober malam. Taufiq Kiemas (TK) secara aklamasi terpilih setelah mendapat dukungan besar dari Demokrat, Golkar, dan PPP yang disokong oleh PAN, PKB, Hanura dan Gerindra. Sementara PKS sejak awal menolak TK, karena tetap mengusung Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua MPR di periode ke-2.

Taufiq Kiemas berhasil menduduki kursi Ketua MPR setelah melewati komunikasi politik yang intens dengan partai mayoritas di parlemen yakni Demokrat dan Golkar yang menguasai lebih 45% kursi DPR (Demokrat 26%, Golkar 19%).

Sejak pertengahan Agustus silam, wacana pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sudah marak dibicarakan. Taufiq Kiemas merupakan nama yang disebut-sebut akan menggantikan Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI periode 2004-2009. Hal ini diperkuat oleh komunikasi politik yang intens TK kepada SBY (Demokrat) pasca pilpres 2009. Kemesraan SBY dengan TK semakin tampak ketika mereka berdua melakukan ‘cipika-cipiki’ sesaat selesai menyampaikan pidato kenegaraan di Senayan.

Dalam tulisan berjudul Taufiq Kiemas, Politikus Pembolos Menjadi Ketua MPR RI?, kita sudah melihat gelagat bahwa TK akan mendapat dukungan yang besar dari SBY melalui Demokrat yang menguasai 26% suara parlemen (22% suara MPR). Salah satu alasan SBY memberi dukungan kepada TK (yang sering bolos) adalah untuk mengamankan “kekuatan oposisi” (PDIP) di parlemen.Tampanya SBY memilih TK bukan didasari karena tokoh tersebut rajin datang rapat dan menunjukkan jiwa kenegarawaan. SBY tahu bahwa TK begitu ‘haus’ dengan jabatan prestisius. Hal ini terlihat jelas karena TK secara aktif melakukan lobby politik ke partai koalisi SBY-Boediono, padahal TK berasal dari partai (PDI-P) yang berseberangan dengan SBY-Boediono pada pilpres 2009 silam. SBY dan kita pun tahu bahwa meskipun MPR merupakan lembaga tinggi negara, namun institusi ini tidak memiliki pengaruh politik dan kekuasaan yang besar.

Selama 5 tahun (2004-2009), terbukti MPR dibawah Hidayat Nur Wahid tidak memiliki pekerjaan yang berarti. MPR hanya bertugas melantik Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil pemilihan langsung. Tugas dan wewenang yang lain seperti amandemen UUD 1945 sama sekali tidak pernah dilakukan oleh MPR RI era Hidayat Nur Wahid. Begitu juga wewenang untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden atas usulan DPR apabila Presiden melakukan tindak pidana (seperti korupsi). Jadi, posisi ketua MPR sebenarnya posisi ‘tanggung’. Posisinya tinggi dalam strutur “simbolis ” lembaga negara, namun rendah dalam aktivitas dan ‘pengaruh’nya.

Namanya Saja Politik!

Sejak awal, PKS berharap agar SBY mengarahkan Demokrat untuk mendukung Hidayat Nur Wahid sebagai calon MPR RI periode ke-2. Secara chemistry, PKS merupakan partner sejak 2004. Ketika PKS mendukung SBY menjadi Presiden tahun 2004, maka pada kesempatan yang sama Demokrat mendukung Hidayat Nur Wahid menjadi ketua MPR RI 2004-2009. PKS berharap skenario ini dapat berjalan pada periode 2009-2014.

Namun fakta berbicara lain. Setelah kadernya tidak terpilih sebagai pendamping (Cawapres) SBY pada pilpres 2009 kemarin, tentu PKS sangat berharap agar Demokrat mau “menatap wajah” PKS. PKS ingin berkiprah lebih jauh. Jika tahun 2004, PKS mendapat kursi ketua MPR dan kursi menteri, maka setidaknya tahun 2009 harus mendapat kursi wapres (gagal), ketua MPR sekaligus menteri. Namun, fataknya PKS belum mendapat apa-apa.

Dan belajar dari pengalaman terdahulu, SBY pasti memilih sesuatu yang akan menguntungkan dirinya dalam menjalankan pemerintah selama 5 tahun ke depan. SBY ingin menghilangkan potensi munculnya rintangan kebijakan pemerintahnya di periode 2009-2014 oleh kekuatan oposisi. SBY ingin merangkul PDIP, Golkar, atau sekurang-kurangnya mengamankan PDIP dan Golkar dengan cara ‘menyuap’ agar ‘mulut’ mereka tidak ‘berkomat-kamit’. PDIP diberi kursi Ketua MPR, sedangkan untuk Golkar dikondisikan agar Aburizal Bakrie (yang turut menyumbang dana kampanye SBY-Boediono via putranya Anindya Bakrie) menjadi Ketua Umum Golkar. Inilah cara paling aman. PDIP dan Golkar seolah-olah menjadi partai oposisi (tidak diberi jatah menteri), namun sesungguhnya telah diberi jatah “koalisi” kepentingan segelintir petinggi partai yang opurtunius, yang haus dengan jabatan.

Oposisi semu, itulah strategi yang paling jitu untuk “menjinakkan” 2 partai besar diluar koalisi pemerintahan (2 partai lainnya yakni Gerindra dan Hanura, terlalu kecil dan baru). Sementara “koalisi komendur”, merupakan strategi jitu mengendalikan 4 partai koalisi pemerintahan agar tidak ‘gelogok’ mengatur. Jadi, tekanan PKS terlalu kecil bagi SBY dibanding tekanan bila PDIP ‘terlalu liar’ di parlemen (artinya PDIP menjadi opisisi dan dapat menghambat kebijakan pemerintah yang menguntungkan pihak tertentu). Mendukung TK merupakan langkah yang paling menguntungkan. Memberi TK puas, PDIP menjadi tidak solid, dan sekaligus menjewer PKS agar ‘jangan terlalu percaya diri”.

Dan sesuai dengan kepentingan politik masing-masing partai, maka Golkar dan PPP yang sejak awal ingin memiliki kursi pimpinan MPR akhirnya bergandengan dengan Demokrat mengusung TK dari PDIP. Dan akibatnya, jatah DPD menjadi berkurang tinggal 1. Berikut hasil lobbi politik ketua MPR RI tahun 2009-2014:

* Ketua: Taufiq Kiemas (F-PDIP)
* Wakil Ketua: Hajriyanto Y. Thohari (F-P.Golkar)
* Wakil Ketua: Melani Leimena Suharli (F-P.Demokrat)
* Wakil Ketua: Lukman Hakim Saifudin (F-PPP)
* Wakil Ketua: Ahmad Farhan Hamid (Kelompok DPD)

Selamat kepada ketua dan wakil ketua yang telah terpilih melalui lobby politik penguasa di Senayan!

Catatan :
Majelis Permusyawaratan Rakyat (disingkat MPR) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yang terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Jumlah anggota MPR periode 2009–2014 adalah 692 orang, terdiri atas 560 Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji.

Ketua MPR-ku, Seorang Politisi Pembolos

Masih segar ingatan bahwa pada akhir tahun 2008, Taufiq Kiemas menjadi bahan pembicaraan media tatkala Agoes Condro ‘mengugat’ privilege TK yang terlalu imun. Meskipun TK sering bolos mengikuti sidang bahkan titip absen, namun ia tidak pernah ditegur oleh BK DPR RI. Dalam catatan statistik selama rapat paripurna 2004-2007, TK ternyata sangat malas datang mengikuti sidang paripurna yakni tingkat kehadiran TK hanya 25% (Baca: Daftar Politisi DPR PDIP yang Pembolos). Artinya jika ada 4 kali sidang, maka TK akan bolos selama 3 kali dan hanya hadir 1 kali. Padahal, beliau dan juga anggota DPR lain mendapatkan gaji diatas Rp 40 juta per bulan untuk melaksanakan fungsi DPR (legislasi, budgeting dan pengawasan) yang biasanya dilakukan melalui rapat dan sidang paripurna.

Rendahnya tingkat kehadiran TK, mendapat sorotan sejumlah pihak dan media. Menurut pengamat politik dan dosen Fisipol UGM, Sigit Pamungkas, rendahnya tingkat kehadiran anggota DPR mengikuti rapat komisi atau rapat paripurna DPR merupakan cerminan politisi busuk. “Itu penyakit politisi busuk karena tidak menjalankan fungsi dasar lembaga legislatif. Nah sekarang mau berperan dalam kebijakan DPR bagaimana orang hadir saja tidak pernah.” (sumber: inilah.com )

Karena terpojok oleh pemberitaan media karena telah lama tidak ‘berkunjung’ ke Senayan, maka pada 21 Oktober 2008, akhirnya TK datang ngantor ke Senayan. Ketika wartawan bertanya dengan nada sindiran pada TK ketika ia keluar dari sidang paripurna 21 Oktober “Tumben nih pak, hadir di sidang?”, dengan santai dan tersenyum TK menjawab. “Malu juga saya dikritik adik-adik.” (sumber: inilah.com)

Jika pak Taufiq Kiemas malu dikritik adik wartawan karena ia adalah politisi yang pembolos, maka adalah hal wajar jika kita juga malu memiliki Ketua MPR yang berasal dari politisi pembolos.

********

Namun, karena pak TK sudah terpilih menjadi pimpinan MPR bersama 4 wakilnya, maka kita hanya berharap agar ‘habit’ malasnya sembuh dan sebaliknya menunjukkan etikad dan sikap yang positif untuk memimpin lembaga yang ‘hanya’ melantik Presiden/Wakil Presiden semata (selama tidak ada perubahan/amandemen UUD 1945). Mungkin kita hanya bisa berusaha berpikir positif bahwa selama ini beliau memang sangat sibuk menerima aspirasi rakyat di berbagai daerah sehingga tidak memiliki waktu hadir di Senayan.

Dan pada kesempatan 5 tahun ini, semoga ia mampu membawa citra MPR, DPR dan DPD yang lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tidak ada lagi anggota DPR/MPR yang bolos apalagi titik absen. Tidak ada mafia undang-undang, begitu juga korupsi dan suap-’menyuap’.

Semoga pak TK mendengar doa dan harapan kita…..


Catatan:
Judul tulisan ini terinspirasi dari film dokumenter Eagle Award yang berjudul “Kepala Sekolahku Seorang Pemulung“. Dalam hal ini, kita lebih bangga memiliki kepala sekolah yang mau mencari nafkah dengan memulung, daripada seorang politisi yang menerima gaji tapi suka membolos.



Sumber :nusantaranews.wordpress.com
READ MORE - Ketua MPR-ku, Seorang Politisi Pembolos